MUSIKBALI.COM – Penyanyi pop Bali Jun Bintang kembali menambah daftar karyanya melalui peluncuran lagu sekaligus video musik terbaru berjudul Rindu. Menariknya, proses penggarapan lagu ini menyimpan sejumlah cerita unik, mulai dari konsep awal yang sempat direncanakan sebagai lagu duet hingga proses rekaman vokal yang dilakukan di luar studio.
Kepada musikbali.com, Jun mengungkapkan, lagu Rindu sebenarnya sudah ia ciptakan cukup lama. Awalnya, lagu tersebut dirancang untuk dibawakan secara duet. Bahkan ada dua nama yang sempat dipertimbangkan untuk berkolaborasi, yakni Tika Pagraky atau Lebri Partami.
“Harusnya lagu ini adalah lagu duet. Pilihannya antara Tika atau Lebri. Tapi setelah direkam, saya dan tim merasa lebih cocok dibawakan secara solo. Lebri juga menyarankan agar lagu ini tidak diduetkan,” ujar Jun.
Selain keputusan menjadikannya lagu solo, Rindu yang menampilkan Lona sebagai model video musik, juga memiliki keunikan lain. Berbeda dari sebagian besar karya Jun yang dikenal menggunakan bahasa Bali, lagu ini hadir dengan lirik berbahasa Indonesia. Tak hanya itu, proses rekaman vokalnya pun dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Bersama Shandi dari Broken Radio, Jun merekam vokal di luar studio rekaman.
“Kami rekaman vokal sambil jalan-jalan ke Lovina,” kata Jun sambil tertawa.
Di tengah derasnya perubahan tren musik dan selera pendengar yang semakin sulit diprediksi, Jun mengaku tidak terlalu memikirkan soal tekanan untuk menciptakan lagu yang langsung menjadi hits. Baginya, setiap musisi memiliki jalur dan penggemarnya masing-masing.
“Menurut saya tidak ada yang berat. Semua seniman punya pakem dan penggemarnya sendiri. Tugas kita hanya konsisten di jalur yang kita pilih, tidak ikut-ikutan tren, dan tetap berkomitmen menghibur masyarakat,” ujarnya.
Jun meyakini setiap genre musik selalu memiliki ruang dan pendengarnya sendiri. Karena itu, ia memilih tetap fokus berkarya tanpa membebani diri dengan target yang terlalu tinggi. Ia pun mengaku yakin suatu saat selera pasar akan kembali beragam, sehingga masyarakat punya banyak pilihan musik yang enak didengar dan dirasakan. Baginya, yang penting terus berkarya tanpa memasang target terlalu tinggi. (231)

