MUSIKBALI.COM – Semangat kemerdekaan akan bergema lewat dentuman musik rock di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, 16 Agustus mendatang. Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kaplut Bali Community menggelar Konser Rock Kemerdekaan: Dari Kaplut untuk Denpasar, sebuah perhelatan musik yang terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis.
Menurut Putu Yudhana, humas komunitas Kaplut, konser yang dimulai pukul 09.00 Wita hingga selesai ini menjadi persembahan komunitas pecinta musik rock bagi masyarakat Denpasar sekaligus ajang silaturahmi lintas generasi para musisi dan penikmat rock di Bali.
Mengusung tema “Rock Kemerdekaan – Dari Kaplut untuk Denpasar”, konser ini menghadirkan deretan band yang selama ini dikenal aktif menghidupkan skena musik rock di Pulau Dewata. “Penonton akan disuguhi berbagai warna musik rock, mulai dari tribute band hingga klasik rock yang akrab di telinga pecinta musik lintas generasi,” jelas Putu.

Sebagai pembuka, panggung akan diramaikan oleh SX’S Aura Band dan Starlight Band, dua band rock muda yang tengah mencuri perhatian. Setelah itu, giliran para penampil utama mengambil alih panggung, di antaranya Ballbreaker yang membawakan lagu-lagu legendaris AC/DC, The Bali Stones dengan tribute untuk Rolling Stones, Vexer yang menghidupkan kembali karya-karya Metallica, Harley Angel Yunior, Okamu, Phobia dengan tribute God Bless, Glambeer, hingga Kaplut Band yang akan membawakan rock and roll, lagu-lagu Top 40, serta sejumlah lagu populer.
Menjelang pelaksanaan acara, jajaran pengurus Kaplut Bali Community bersama pembina, penasihat, dan panitia konser juga melakukan audiensi dengan Wali Kota Denpasar untuk menyampaikan undangan sekaligus memohon dukungan terhadap penyelenggaraan konser yang diharapkan menjadi bagian dari kemeriahan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Dengan konsep konser terbuka tanpa dipungut biaya, panitia mengajak masyarakat Denpasar dan sekitarnya untuk datang mengenakan atribut merah putih, menikmati pertunjukan musik, sekaligus merayakan kemerdekaan Indonesia dalam suasana yang hangat, inklusif, dan penuh energi.
Lebih dari sekadar hiburan, Rock Kemerdekaan diharapkan menjadi ruang berkumpulnya para pencinta musik sekaligus memperlihatkan bahwa semangat nasionalisme dapat diekspresikan melalui kreativitas seni. Di tengah peringatan HUT RI, musik menjadi bahasa yang menyatukan berbagai generasi, latar belakang, dan komunitas dalam suasana penuh kegembiraan.
“Rock boleh keras, tetapi semangat persatuan yang dibawanya tetap menjadi nada utama,” Ujar Wawan Wijaya Santosa, salah satu musisi yang aktif di Kaplut Community. Dikatakan, ibni semangat yang ingin dihadirkan Kaplut Bali Community melalui konser yang siap mengguncang Lapangan Puputan Badung sehari menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (231)

