Home News Bali “Melali ke Pantai Kuta”, Debut Melody di Lagu Pop Bali Anak
Bali

“Melali ke Pantai Kuta”, Debut Melody di Lagu Pop Bali Anak

BAKAT bermusik rupanya mengalir kuat dalam darah Melody. Putri bungsu Lanang—pentolan band Bali Mr. Botax sekaligus bassist  Lolot—resmi melakukan debut menyanyikan lagu berbahasa Bali berjudul Melali ke Pantai Kuta.

Lanang mengungkapkan, sejak kecil Melody sudah menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia tarik suara, berbeda dengan kakak-kakaknya yang lebih memilih jalur lain di musik. “Dari umur dua tahun sudah kelihatan bakat nyanyinya. Dia nyanyi terus, nyanyi terus,” ujar Lanang.

Momen yang semakin meyakinkan terjadi saat Melody, masih anak-anak, berani menyanyikan lagu orang dewasa yang ia temukan di YouTube. “Saya kaget, kok anak saya ini nggak buta nada. Dia bisa masuk ke nada lagu dewasa, bahkan lagu bahasa Inggris,” kenangnya.

Melihat potensi tersebut, Lanang mulai mengajak Melody bernyanyi bersama gitar. Lagu Melali ke Pantai Kuta sendiri sejatinya merupakan karya lama Lanang yang dibuat jauh sebelum 2010 dan sempat ditawarkan kepada beberapa penyanyi lain. Namun, baru kali ini lagu tersebut menemukan “rumah” yang tepat lewat suara Melody.

Didukung keluarga besar, Lanang kemudian memutuskan merilis ulang lagu tersebut sebagai single anak-anak, lengkap dengan aransemen baru yang digarap bersama Indra dari Post Record. Konsepnya sederhana: menampilkan keceriaan dunia anak-anak, sekaligus mengembalikan semangat lagu anak yang kini kian jarang terdengar.

“Sekarang ini penyanyi anak-anak sangat sedikit. Ini yang mengetuk hati saya untuk mengangkat lagu anak-anak lagi,” kata Lanang. Ia menegaskan, keputusan ini bukan bentuk eksploitasi. Melody bernyanyi karena bakat dan kegemarannya, tanpa paksaan.

Proses produksi pun menjadi pengalaman berharga bagi Melody. Dari take vokal yang harus diulang hingga puluhan kali, hingga syuting video klip yang membuatnya kelelahan. “Dia sampai bilang, ‘Capek, Pa.’ Baru dia tahu ternyata bikin karya yang bagus itu susah,” cerita Lanang sambil tertawa.

Ke depan, Lanang membuka kemungkinan merilis single lanjutan selama Melody masih menikmati dunia bernyanyi. Fokusnya tetap satu: menghadirkan lagu anak-anak yang memang dinyanyikan oleh anak-anak.

“Biar anak kecil kembali nyanyi lagu anak kecil, bukan lagu orang dewasa. Selebihnya ini cuma soal senang-senang, bakat, dan pengalaman,” tutup Lanang, seraya mengajak masyarakat Bali untuk mendukung dan menilai karya Melody secara terbuka. (231)

Exit mobile version