02/11/2026
Bali News

“Cuan”, Mr. Rayen dan Omang Verly Bicara Realita Hidup

Mr. Rayen dan Omang Verly

MUSIKBALI.COM – Dalam kehidupan sehari-hari, kata cuan sering terdengar seperti urusan uang dan keuntungan. Namun, bagi Mr. Rayen dan Omang Verly, cuan bukan semata-mata soal menjadi mata duitan. Lewat lagu terbaru mereka berjudul “Cuan”, keduanya justru mengajak pendengar melihat uang sebagai bagian dari realitas hidup.

“Lagu ini bukan mengajarkan untuk menjadi mata duitan, melainkan mengingatkan bahwa dalam kehidupan modern, setiap orang membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan, meraih mimpi, dan membahagiakan keluarga,” tegas Mr. Rayen.

Dikemas dalam warna pop hip-hop yang enerjik, “Cuan” bercerita tentang orang-orang yang harus bekerja, berusaha dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan, mengejar impian, sekaligus membahagiakan keluarga. Liriknya dibuat ringan dan mudah diingat, tetapi membawa pesan yang cukup dekat dengan kehidupan banyak orang. Di tengah tuntutan hidup yang terus berjalan, bekerja dan memiliki penghasilan bukan sesuatu yang perlu ditabukan.

“Cuan” sekaligus memperpanjang kolaborasi ayah-anak yang selama ini menjadi salah satu ciri khas Mr. Rayen dan Omang Verly. Keduanya sebelumnya telah berduet dalam sejumlah lagu, antara lain “Tresna Butuh Materi”, “Mamak Pesu Bapak Cemburu”, “Basang Seduk Mai Makan”, hingga “Sing Ngidang Ngomong”.

Di balik nama Mr. Rayen terdapat sosok I Komang Rayendra Umbara, musisi asal Negara, Jembrana. Ia telah berkarya di dunia musik sejak pertengahan 2000-an dan pernah menjadi bagian dari Blueberry Band sebelum kemudian memilih jalur solo. Album Demi Iluh menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan solonya.

Sementara Omang Verly adalah putri Rayen yang dalam beberapa tahun terakhir ikut tumbuh melalui dunia musik bersama sang ayah. Kolaborasi mereka bermula antara lain dari lagu “Tresna Butuh Materi” yang awalnya dibuat secara spontan. Saat Rayen membuat demo lagu di rumah, Verly tertarik ikut menyanyikan bagian vokal perempuan. Video pendek yang kemudian dibagikan ke media sosial justru mendapat respons besar dari warganet.

Baca Juga:  Pesan Semangat Gus Lendjoe di “Pejalan Karma”

Kolaborasi tersebut kemudian berkembang menjadi perjalanan musikal ayah dan anak. Rayen bahkan menyebut duet bersama Verly bukan sekadar aktivitas bermusik, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat perkembangan sang anak dalam bernyanyi dan membangun keberanian tampil di panggung. Paling anyar, keduanya kembali mengambil tema yang sangat dekat dengan kehidupan di lagu “Cuan”. Jika sejumlah lagu sebelumnya berbicara tentang cinta, keluarga, makanan, dan persoalan rumah tangga, lagu ini membawa percakapan pada satu hal yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari: bagaimana orang harus terus berusaha untuk hidup. (231)