MUSIKBALI.COM – Musisi Bali, Octav Sicilia kembali menunjukkan semangatnya dalam berkarya. Pengujung pekan lalu, ia memperkenalkan rilisan terbarunya “Bukan Berarti”. Pesannya, lagu ini tak hanya menawarkan nada untuk didengar, tetapi menghadirkan ruang untuk merenung.
Kepada musiknali.com, Octav mengatakan lagu ini sengaja ia garap nuansa bluesy yang ringan, santai, terkesan manis di permukaan, namun di balik itu, tersimpan makna yang tidak sederhana. Ada kejujuran di dalamnya, bahkan dalam beberapa bagian terdengar provokatif, seolah sengaja mengusik kenyamanan pendengarnya. Pilihan ini menjadikan “Bukan Berarti” berbeda dari karya-karya sebelumnya, sekaligus menunjukkan keberanian Octav untuk keluar dari pola yang aman.
Perpaduan antara aransemen yang tidak lazim dengan lirik yang lugas membuat lagu ini terasa unik. Kata-kata yang digunakan sederhana, tetapi menyimpan ketajaman yang cukup dalam. Ada kritik, ada kegelisahan, ada juga refleksi yang tidak selalu mudah diterima. Dalam beberapa penggalan, liriknya bahkan terasa seperti sindiran terhadap realitas sosial—tentang bagaimana nilai-nilai bisa terbalik, tentang bagaimana kebenaran kadang kehilangan tempatnya. Pesan ini disampaikan secara santai, tanpa tekanan. Pun, Octav tidak terdengar menggurui, tidak pula berusaha menghakimi. Sebaliknya, lagu ini terasa seperti percakapan—jujur, terbuka, dan kadang sedikit sinis.

“Bukan berarti” menambah catatan perjalanan panjang Octav di dunia musik. Pengalaman ,mana terasa dalam setiap detail, dari cara meramu nada hingga bagaimana lirik disusun. Pengaruh dari berbagai musisi besar dunia—mulai dari Led Zeppelin hingga Bob Dylan—membentuk warna yang khas, namun tetap diolah menjadi identitas tersendiri.
Menariknya, “Bukan Berarti” ternyata menjadi langkah berani Octav untuk membuka sisi personal yang selama ini mungkin jarang diperlihatkan.
“Lagu ini bukan sekadar karya, tetapi juga pengakuan, kegelisahan akan banyak hal: persahabatan, cinta, hingga kondisi sosial yang lebih luas. Ada rasa kecewa, ada pertanyaan, dan ada upaya untuk memahami realitas yang tidak selalu berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Dengan lagu ini Octav tidak mengurui atau menawarkan jawaban. Ia justru membuka ruang interpretasi, membiarkan pendengarnya menemukan makna masing-masing. Setiap orang bisa membaca lagu ini dengan cara yang berbeda, sesuai dengan pengalaman dan sudut pandang masing-masing. (231)

